Tuesday, September 20, 2011

UN di Ciamis Berlangsung Tertib

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama Senin (18/4) di Ciamis berjalan tertib dan tidak ada laporan soal bocoran soal atau hal-hal lain yang menyebabkan terganggunya pelaksaan UN. Namun demikian, pada hari pertama itu, di sejumlah SMK ternyata ada sejumlah siswa yang tidak hadir, karena sakit.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Ciamis H.Iing Syam Arifin usai melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di Ciamis, bersama Kapolres Ciamis AKBP,Agus Santoso dan Kadisdik Drs. H.Akasah. “Alhamdulilah pada hari pertama lancar. Semua peserta di tiap sekolah yang saya kunjungi, hadir semua,” ujar dia.

Senin kemarin, Iing bersama rombongan melakukan kunjungan ke SMKN 1 Ciamis, SMAN 1 Cihaurbeuti dan SMK Nurul Huda Kec. Panumbangan. Ke tiap sekolah yang dikunjungi, Iing mengecek kesiapan siswa, pendistribusian soal dan ruangan pengawas. Terkadang Iing juga langsung berdialg dengan guru dan pengawas.

Di tempat terpisah, Koordinator Pelaksana UN SMA/SMK Ciamis, H.Nana Ruhena m mengatakan bahwa keehadiran UN hari pertama mencapai 99%. Pasalnya ada sejumlah siswa yang tidak hadir dengan alasan sakit.

Siswa yang tidak hadir tersebut, kata dia, antara lain lima orang dari SMK, SMKN, SMK PGRI, SMK Hepweti, dan dua orang dari SMAN 1 Panjalu serta SMA Darusalam. “Ada juga yang tidak mengikuti UN karena meninggal dunia, yakni siswa SMK Putra Pangandaran,” ujar dia.
Read More...

Sekolah Dilarang Umumkan Hasil UN

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji menegaskan, sekolah dilarang mengumumkan hasil Ujian Nasional (UN) 2011 SMA/SMK/MA, Senin (16/5).

Hasil kelulusan akan dikirimkan ke alamat masing-masing siswa melalui pos. Hal ini, kata Oji, untuk menghindari siswa yang berkumpul di sekolah yang kemudian bisa memicu konvoi kendaraan bermotor dan coret-coret seragam.

"Besok (Senin 16/5) kan libur, jadi sebaiknya siswa di rumah saja menunggu surat kelulusan yang dikirimkan lewat pos. Dinas Pendidikan Kota Bandung sudah meminta kepada semua SMA/SMK/MA untuk mengawasi siswanya dan tidak mengumumkan kelulusan di sekolah," kata Oji, Minggu (15/5).

Untuk yang belum lulus, kata Oji, bisa memilih dua alternatif, yaitu mengukuti ujian paket C atau mengulang tahun depan. Dinas Pendidikan Kota Bandung menyerahkan sepenuhnya kepada siswa , tidak ada anjuran untuk mengikuti paket atau mengulang tahun depan. Itu hak siswa sepenuhnya untuk memilih.

Jika siswa memilih untuk mengikuti paket C bisa daftar pada Juni ini untuk ikut ujian paket C pada Oktober mendatang. “Juni ada ujian, tapi tidak akan kekejar, karena pendaftarannya sudah selesai,” ujar Oji.
Read More...

UN SMK Praktik Lebih Bermanfaat

Orientasi pendidikan bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah kompetensi produktifnya sebagai praktisi, sehingga Ujian Nasional (UN) untuk para siswa SMK dirasakan lebih baik fokus pada praktisnya, bukan teoritis.

"Dengan ujian praktik bersama mitra usaha sekolah, mereka akan memiliki sertifikasi pendidikan yang lebih teruji kualitasnya"
-- Supriyono


Demikian dikatakan Supriyono, guru SMKN 42 Jakarta, terkait diikut sertakannya mata pelajaran kompetensi keahlian Teori Kejuruan SMK ke dalam UN utama 2010. "Terus terang, untuk menghadapi UN praktik, anak-anak didik kami sangat siap, karena memang sudah kami persiapkan sejak di kelas satu, yang disesuaikan dengan jurusan dan keahliannya masing-masing," ujar Supriyono kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (27/1/2010).

Pun, kata Supriyono, dengan berfokus pada ujian praktik, pendidikan yang dijalankan oleh anak didik selama di sekolah jadi lebih terasa manfaatnya. Yang sekarang terjadi, ujar dia, siswa mengikuti UN terkesan untuk ijazah saja.

"Dengan ujian praktik bersama mitra usaha sekolah, mereka akan memiliki sertifikasi pendidikan yang lebih teruji kualitasnya. Sasaran mereka setelah lulus pun lebih tepat," ujarnya.

Untuk itu, kata Supriyono, pemerintah semestinya lebih fokus ke kualitas produktif siswa, bukan teoritis. Di luar itu, amat disayangkan pula jika ada siswa yang tidak lulus hanya karena terganjal ujian tulis (teoritis).

Asep Tapip, Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMK 15 Bandung, mengatakan diikutsertakannya Teori Kejuruan sebagai mata pelajaran yang diujikan di UN utama sebetulnya tidak terlalu menjadi beban. Dia bilang, karena semua persiapan UN bagi siswanya sudah disesuaikan dengan jadwal UN, termasuk penambahan jadwal pemantapan di luar jam belajar biasa.

"Memang jadi lebih padat, tetapi itu bukan masalah dan menjadi beban. Yang menjadi masalah itu kalau UN dijadikan patokan kelulusan, itu saja," tegas Asep.

"Karena kalau dijadikan patokan kelulusan untuk tiga mata pelajaran UN utama di luar mata pelajaran SMK, hal itu tentu tidak relevan, sebab kualitas kelulusan siswa SMK itu ada pada sisi produktifnya," tambahnya.
Read More...

Kenali Perubahan Mendasar UN SMK

Ujian nasional untuk sekolah menengah kejuruan sejak tahun 2010 mengalami perubahan. Mata pelajaran kompetensi keahlian, Teori Kejuruan, diujikan bersama mata pelajaran lainnya, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Pada UN 2009, mata uji Teori Kejuruan hanya merupakan prasyarat untuk melakukan ujian praktik.

Ujian praktik kejuruan sebelum UN yang utama dilakukan di setiap sekolah dan dipandu mitra industri. Ujian praktik kejuruan termasuk dalam mata uji UN dan sebagai pembagi rata-rata nilai UN keseluruhan. Nilai minimal lulus untuk ujian praktik kejuruan adalah 7,00. Demikian penegasan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno di Jakarta.

Beban SMK lebih berat

Beban siswa SMK akan menjadi lebih berat jika dibandingkan dengan siswa SMA karena harus menyelesaikan lima mata ujian UN utama, yakni mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Teori Kejuruan, dan Praktik Kejuruan.

Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN dengan nilai rata-rata minimal 5,50 untuk semua mata pelajaran yang diujikan dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya.

Khusus untuk SMK, nilai ujian praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.


Menurut Joko, pendidikan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sehingga ujian praktik menjadi penting. Hal ini dimaksudkan agar SMK mampu menghasilkan lulusan yang mampu berwirausaha, bekerja mandiri, dan siap diserap industri atau pasar kerja lainnya.

Joko mengatakan, rata-rata hanya 10 persen atau sekitar 80.000-90,000 lulusan SMK tiap tahunnya yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.

Lulusan SMK pada 2009 mencapai 891.184 orang dan untuk tahun 2010 diproyeksikan jumlah yang lulus mencapai 1.087.098 orang dengan proyeksi yang diserap oleh pasar kerja sekitar 50 persen (543.549 orang).

Ditargetkan, pada 2014 sekitar 70 persen lulusan SMK bisa terserap dunia kerja,” kata Joko.

Secara terpisah, Asep Tapip, Wakil Kepala SMKN 15, Bandung, mengatakan, soal-soal teori kejuruan sejak tahun lalu dibuat oleh pusat. Sebelumnya, materi ujian teori kejuruan dibuat oleh guru.

Adapun untuk praktik kejuruan sekolah hanya sebagai fasilitator atau penyelenggara. Penilaian ujian praktik dilakukan asesor, dunia industri, atau organisasi profesi sesuai keahlian yang diajarkan di SMK yang bersangkutan.
Read More...

Teori Kejuruan diujikan Dalam UN SMK

Teori kejuruan UN SMK dimasukkan dalam daftar mata pelajaran SMK yang amuali diujikan dalam Ujian Nasional (UN) 2010.

Tentunya hal ini berbeda dibandingkan pelaksanaan UN tahun 2009, sebab teori kejuruan saat itu hanya sebagai prasyarat bagi siswa SMK untuk mengikuti ujian praktik.

Ddimasukkannya teori kejuruan dalam UN SMK, tentunya menjadikan teori kejuruan sebagai salah satu pertimbangan kelulusan bagi siswa SMK, bersama sejumlah syarat kelulusan lainnya. Teori kejuruan akan diujikan dalam UN bersama dengan mata pelajaran lainnya, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, sedangkan pelaksanaannya akan dilakukan dalam dua tahap.

Pelaksanaan tahap pertama dilakukan melalui ujian praktek kejuruan dipandu oleh pihak industri, setelah itu siswa mengerjakan mata ujian teori kejuruan dalam penyelenggaraan UN. Rencana ini sebenarnya sudah dipikirkan sejak pelaksanaan UN tahun lalu, namun saat itu memang belum dapat direalisasikan.

Nilai minimum yang harus diperoleh siswa untuk pelajaran teori kejuruan adalah sebesar 7,00, dan nilai tersebut akan digunakan sebagai pembagi rata-rata nilai yang diperoleh dalam UN secara keseluruhan. Namun, nilai minimum untuk mata pelajaran lainnya adalah sebesar 5,50, dengan diperbolehkan mendapat nilai minimal 4,25 untuk dua mata pelajaran.

Soal yang digunakan dalam UN SMK untuk mata pelajaran teori kejuruan tersebut tidak akan memberatkan siswa, namun tidak juga disusun dengan terlalu sederhana. Soal-soal itu telah dirancang sedemikian rupa sesuai dengan kurikulum dan disahkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Selain itu, ujian praktik untuk siswa SMK yang akan dilaksanakan sebelum penyelenggaraan UN utama, tidak akan diselenggarakan secara berkelompok, namun bersifat individu.

Pelajaran teori kejuruan itu sebenarnya telah ada sejak tahun 2009, namun baru tahun 2010 diujikan secara mandiri. Sebelumnya, pelajaran teori kejuruan hanya berstatus sebagai prasyarat saja.

Jumlah program keahlian SMK yang ada di SMK seluruh Jateng saat ini mencapai 95 program, sedangkan tahun 2009 hanya ada sekitar 90 program keahlian. Seluruh program kejuruan yang ada di SMK itu akan melaksanakan ujian teori kejuruan dalam pelaksanaan UN SMK.
Read More...

Tahun 2014, 70 Persen Lulusan SMK Terserap Pasar Kerja

Sesuai program kerja 100 Hari Menteri Pendidikan Nasional, pendidikan saat ini diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sehingga ujian praktik sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi penting agar SMK mampu menghasilkan lulusan yang mampu berwirausaha, kerja mandiri, atau siap diserap industri atau pasar kerja lainnya.

Demikian dikatakan oleh Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno, Selasa (26/1/2010) di Jakarta. Joko mengatakan, rata-rata hanya 10 persen (sekitar 80-90.000 lulusan setiap tahun) lulusan SMK yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.

Dia menambahkan, lulusan SMK pada 2009 lalu mencapai 891.184 orang. Pada 2010 ini, jumlah yang diproyeksikan lulus mencapai 1.087.098 orang dengan proyeksi yang diserap oleh pasar kerja sekitar 50 persen (543.549 orang).

"Kalau tahun ini daya serap lulusan ke pasar kerja baru 50 persen, maka tiap tahun diharapkan ada kenaikan 5 persen sehingga pada 2014 lulusan SMK bisa terserap 70 persen ke dunia kerja," kata Joko.

Diberitakan sebelumnya, mulai Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2009/2010 ini, mata pelajaran kompetensi keahlian teori kejuruan di SMK diujikan di UN utama. Sebelumnya, mata uji teori kejuruan hanya merupakan prasyarat sebelum mengikuti ujian praktik.

Ujian praktik kejuruan, sebelum UN utama, dilakukan di masing-masing sekolah dengan dipandu oleh mitra industri. Ujian praktik kejuruan ini termasuk dalam mata uji UN dan sebagai pembagi rata-rata nilai UN keseluruhan.
Read More...

Hebat UN SMK Serang Lulus Semua

Angka kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) 2009 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Serang mencapai 100 persen. "Seluruh siswa SMK di Kota Serang dinyatakan lulus," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Serang Hafidi ZA kepada wartawan, Rabu (17/6).

Hafizi menjelaskan, dari 2.601 peserta ujian nasional (UN) SMK semuanya dinyatakan lulus.

Menurut Hafizi, peserta UN SMK di Kota Serang mencapai 2.642 orang. Sebanyak 41 orang tidak bisa mengikuti UN karena berbagai alasan. "Sebanyak 41 siswa yang tidak bisa mengikuti UN di antaranya karena sakit, meninggal dunia dan sudah keluar dari sekolah tersebut," katanya.

Sebanyak 2.642 siswa yang mengikuti UN tersebut berasal dari 23 SMK di Kota Serang, yakni SMK Negeri 4 dan SMK swasta 19.

Dengan prosentase kelulusan yang mencapai 100 persen, berarti hal tersebut melebihi target yang ditetapkan Dindik Kota Serang, yakni 99 persen. "Target kami awalnya hanya 99 persen. Dengan fakta sekarang, ini harus mendapat apresiasi, baik untuk kepala sekolah, dewan pendidikan, dan masyarakat," kata Hafidi.

Dengan raihan target kelulusan mencapai 100 persen Hafidi menjelaskan, maka Kota Serang sanggup mensejajarkan diri dengan prestasi yang diraih Kota Tangerang.

"Ini harus dipertahankan. Kami berharap, semua lulusan SMK tahun ini bisa ditempatkan pada lapangan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan akademik yang ditempuh selama sekolah," tukas Hafidi.
Read More...