Sunday, August 7, 2011

Universitas Cenderawasih (UNCEN)

Universitas Cenderawasih (English: Cenderawasih University) is a university in Jayapura, in the province Papua, Indonesia. The university is the leading educational institution in the province.

The university has faculties in economics, law, teacher training and education, medical, engineering, and social and political science. Until 2002 the university had a faculty of agricultural sciences at Manokwari, which was then separated to form the Universitas Negeri Papua. The University area is divided on 2 different areas, mainly the “Kampus lama” (old kampus) which is in the Jayapura suburb of Abepura, and the “Kampus baru” (new campus) which is in the hillside of Waena walley.


Fakultas

* Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Kampus Abepura)
* Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Kampus Waena & Abepura)
* Fakultas Hukum (Kampus Waena & Abepura)
* Fakultas Ekonomi (Kampus Waena)
* Fakultas Matematika dan IPA (Kampus Waena)
* Fakultas Teknik (Kampus Waena)
* Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kampus Abepura)
* Fakultas Kedokteran (Kampus Abepura)

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP)

Fakultas ini memiliki sejarah panjang. Diawali dengan terbentuknya Jurusan Ketatanegaraan dan Jurusan Ketataniagaan segera setelah berdirinya UNCEN pada 10 Nopember 1962, yang kemudian terintegrasi kedalam FHKK membawahi 3 Jurusan, yaitu :

* Hukum.
* Ketatanegaraan.
* Ketataniagaan.

Pada tahun 1980, FHKK diubah menjadi FIHES (Fakultas Ilmu-ilmu Hukum, Ekonomi, dan Sosial) ditandai dengan lahirnya Antropologi. Selanjutnya, FIHES dimekarkan menjadi 3 Fakultas berdasarkan Kepmendikbud Nomor: 0576/O/1983, yaitu :

* FISIP yang membina Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Program Studi Antropologi Sosial.
* Fakultas Hukum yang membina bagian Hukum.
* Fakultas ekonomi yang membina Program Studi Manajemen dan Studi Pembangunan.


Kurikulum

Dalam rangka menyelenggarakan Program Pendidikan akademik dan profesi, FISIP UNCEN mengembangkan Kurikulum Inti dan institusional berdasarkan Kepmendiknas No. 232/U/2000. Kurikulum institusional memuat mata kuliah muatan local dengan jumlah SKS antara 30-40% (S1) dan antara 40-60% (D3) yang ditetapkan setelah mempertimbangkan tuntutan pasar dan factor ekologis pembangunan di Tanah Papua. Komposisi Kurikulum terdiri dari kelompok : MPK (Pengembangan Kepribadian), MKK (Keilmuan dan Ketrampilan), MKB (Keahlian Berkarya), MPB (Perilaku Berkarya); dan MBB (Berkehidupan Bermasyarakat).
Read More...

Universitas Pattimura (UNPATTI)

Unpatti atau Universitas Pattimura adalah universitas negeri yang didirikan pada tanggal 23 April 1963 dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 66. Pattimura adalah nama pahlawan asal Maluku yang berjuang melawan penjajah. Universitas Pattimura terletak di bagian Utara kota Ambon, ibukota Provinsi Maluku, yaitu di Kampus Poka kampus dengan luas 75 hektar ini merupakan kebanggaan rakyat Maluku dan telah menghasilkan lulusan dari berbagai bidang ilmu. Sampai saat ini terdapat 8 fakultas di Universitas Pattimura dan Program Pendidikan Kedokteran sebagai tuntutan masyarakat di daerah Maluku.


Sejarah

Sejarah berdirinya Universitas Pattimura bermula pada saat beberapa tokoh masyarakat mengambil prakarsa untuk mendirikan suatu lembaga Pendidikan Tinggi di Maluku yang dimulai oleh seorang tokoh pendidikan yaitu Dr. J. B. Sitanala (almarhum). Dr. J. B. Sitanala adalah seorang dokter, tokoh di Maluku yang berjasa dalam bidang kemasyarakatan pada urnumnya dan bidang pendidikan pada khususnya. Prakarsa diambil untuk mewujudkan aspirasi rakyat yang berpartisipasi dalam pembangunan Bangsa dan Negara terutama dalam bidang Pendidikan Tinggi dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Untuk mewujudkan cita-cita yang luhur itu dibentuk suatu Yayasan Perguruan Tinggi Maluku Irian Barat pada tanggal 20 Juli 1955 yang diketuai oleh Bapak Cornelis Loppies. Pada tanggal 3 Oktober 1956 Yayasan tersebut berhasil mendirikan Fakultas Hukum, yang kemudian tanggal ditetapkan sebagai hari lahir Universitas Pattimura. Selanjutnya berturut-turut didirikan Fakultas Sosial dan Politik pada tanggal 6 Oktober 1959, dan tanggal 10 September 1961 dibuka Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan.

Untuk menjadi sebuah Universitas Negeri, syaratnya harus ada sekurang-kurangnya dua Fakultas Eksakta. Itulah sebabnya maka pemerintah memutuskan membuka dua Fakultas Eksakta, masing-masing Fakultas Pertanian Kehutanan dan Fakultas Peternakan yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 1 September 1963. Dengan bertambahnya dua Fakultas Eksakta tersebut, maka pada tanggal 1 Agustus 1962 Yayasan Perguruan Tinggi Maluku Irian Barat diresmikan menjadi Universitas Negeri dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 99 tahun 1962 tanggal 8 Agustus 1962 yang meliputi lima Fakultas yakni:

1. Fakultas Hukum
2. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
3. Fakultas Sosial Politik
4. Fakultas Pertanian Kehutanan
5. Fakultas Peternakan

Kemudian dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 66 Tahun 1963, tanggal 23 April 1963 mengesahkan pendirian Universitas di Ambon dan diberi nama Universitas Pattimura. Universitas tersebut dipimpin oleh presidium yang terdiri dari:

* Soemitro Hamidjoyo, S.H. (Ketua)
* Kolonel Boesiri (Anggota)
* Drs. Soehardjo (Anggota)
* Dr. M. Haulussy (Anggota)

Selanjutnya pada tanggal 15 September 1965 dibuka Fakultas Ekonomi dan pada tanggal 16 April 1970 dibuka Fakultas Teknik yang memanfaatkan bangunan-bangunan eks proyek Fakultas Teknologi Ambon (FTA). Pada bulan Agustus 1964 Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan beralih status menjadi IKIP Jakarta Cabang Ambon dengan Rektornya Drs. F.F.H. Matruty. Kemudian pada tanggal 16 September 1969 IKIP Jakarta Cabang Ambon diintegrasikan kembali ke dalam Universitas Pattimura menjadi dua fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Fakultas Ilmu Pendidikan. Pada tahun 1974 Fakultas Petemakan dilengkapi dengan jurusan Perikanan dan sekaligus mengalami perubahan nama menjadi Fakultas Peternakan/Perikanan.

Berdasarkan Keputusan Presiden Rl Nomor 73 Tahun 1982 tentang susunan organisasi Universitas Pattimura, maka pada saat ini Universitas Pattimura memiliki tujuh Fakultas, yaitu:

1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
2. Fakultas Hukum
3. Fakultas Ekonomi
4. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
5. Fakultas Pertanian
6. Fakultas Perikanan
7. Fakultas Teknik

Dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 40/M Tahun 1971, Ir. L. Nanlohy (Dekan Fakultas Teknik) ditetapkan sebagai Rektor Universitas Pattimura yang pertama. Kemudian dengan SK Presiden Nomor 69/M Tahun 1976, M.R. Lestaluhu, S.H. diangkat sebagai Rektor Unpatti yang kedua, yang selanjutnya dengan SK Presiden RI Nomor 43/M Tahun 1981 beliau ditetapkan untuk masa jabatan kedua. Setelah itu dengan SK Presiden Nomor 89/M Tahun 1985 DR. Ir. J. Ch. Lawalatta, M.Sc. ditetapkan sebagai Rektor Universitas Pattimura. Sebagai Rektor yang berikut yaitu Prof. DR. Ir. J. L. Nanere, M.Sc. ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 247/M Tahun 1989. Selanjutnya dengan SK Presiden Nomor 207/M Tahun 1994 ditetapkan DR. M. Huliselan sebagai Rektor Universitas Pattimura, selanjutnya Prof. DR. H.B. Tetelepta, MPd sejak Tahun 2004 sampai sekarang diangkat sebagai rektor Unpatti.
Read More...

Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT)

Universitas Sam Ratulangi sering disingkat dengan sebutan UNSRAT adalah salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang berlokasi di Kota Manado, provinsi Sulawesi Utara. Universitas Sam Ratulangi dipimpin oleh seorang Rektor. Rektor UNSRAT periode 2008-2013 adalah Prof. Dr. Donald A. Rumokoy, SH., MH.


Sejarah Singkat

Setelah kemerdekaan Indonesia tercapai, cita-cita meningkatkan mutu pendidikan dan kecenderungan orang mencapai perguruan tinggi makin berkembang. Dekade tahun lima puluhan, lembaga-lembaga perguruan tinggi daerah mulai menampakkan diri, menjawab kebutuhan orang-orang daerah.

Cita-cita mendirikan perguruan tinggi atau universitas negeri di Manado yang ketika itu merupakan pusat pemerintahan dan kegiatan daerah Sulawesi Utara dan Tengah, dapat dikatakan telah dirintis oleh adanya Universitas Pinaesaan yang didirikan tanggal 1 Oktober 1954 di Tondano, baru memiliki satu fakultas, yakni Fakultas Hukum. Bersama dengan Universitas Permesta yang didirikan pada tanggal 23 September 1957 di Manado, maka Universitas Pinaesaan sesungguhnya merupakan embrio dari berkembangnya Universitas Sam Ratulangi di masa depan.

Memiliki dua universitas dengan status swasta ternyata belum memuaskan selera warga (Sumekolah) ini. Oleh karena itu, atas inisiatif masyarakat Sulawesi Utara dan Tengah (para pemuka militer, sipil, maupun cendekiawan), terciptalah kesatuan dan kebulatan tekad untuk merealisir berdirinya satu perguruan tinggi berstatus negeri di kedua daerah itu, yang diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat umumnya serta rakyat Sulawesi Utara dan Tengah pada khususnya.

Sebagai tindak lanjut, berdirilah Perguruan Tinggi Manado (PTM) pada tanggal 1 Agustus 1958, dengan empat fakultas yakni:

1. Fakultas Hukum,
2. Fakultas Ekonomi,
3. Fakultas Sastra, dan
4. Fakultas Tatapraja.

Keempat fakultas ini merupakan dasar berdirinya PTM (yang perkembangan selanjutnya menjadi Universitas Sam Ratulangi).

Pada tahun yang sama, di bulan Oktober, PTM merubah namanya menjadi Universitas Sulawesi Utara-Tengah, yang disingkat UNSUT. Sampai tahap itu, status perguruan tinggi ini masih swasta penuh. Awal dekade enam puluhan, upaya menuju pada status negeri, mulai nampak tanda-tandanya. Tepatnya pada tahun 1960, UNSUT dirubah lagi nama singkatnya menjadi UNISUT (Universitas Sulawesi Utara dan Tengah).

Sejarah kemudian berubah, dimana berdasarkan Keputusan Menteri PTIP Nomor 22/1961, tanggal 4 Juli 1961, UNISUT resmi dalam status Universitas Negeri, dengan lima fakultas, yaitu:

1. Fakultas Hukum,
2. Fakultas Ekonomi,
3. Fakultas Kedokteran,
4. Fakultas Pertanian, dan
5. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Dalam periode 1961-1965, UNISUT dirubah lagi singkatannya menjadi UNSULUTTENG yang juga merupakan singkatan dari Universitas Sulawesi Utara dan Tengah.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 277 tertanggal 14 September 1965, ditetapkan pengesahan universitas negeri di Manado ini, sekaligus dengan namanya dari Universitas Sulawesi Utara dan Tengah menjadi Universitas Sam Ratulangi, disingkat UNSRAT. Terdiri dari tujuh fakultas yakni:

1. Fakultas Kedokteran,
2. Fakultas Pertanian,
3. Fakultas Peternakan,
4. Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat,
5. Fakultas Ekonomi,
6. Fakultas Sosial Politik, dan
7. Fakultas Teknik.

Kemudian, Fakultas Sastra yang tadinya berstatus swasta diresmikan masuk dalam Universitas Sam Ratulangi. Setahun kemudian, 1966, Universitas Sam Ratulangi, kembali ketambahan satu fakultas lagi, Fakultas Perikanan yang sampai tahun 1969, berkedudukan di Tahuna. Lalu dipindahkan ke Manado dan bergabung dengan Universitas Sam Ratulangi (yang kemudian pada tahun 1996 menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di singkat FPIK). UNSRAT menjadi 9 fakultas. Suatu jumlah yang cukup besar dibandingkan perguruan tinggi lainnya pada saat itu. Perkembangannya ternyata tak berhenti. Pada tahun 1982, FKIP Manado cabang Gorontalo, menjadi FKIP UNSRAT di Gorontalo (yang kemudian berdiri sendiri yang sekarang di kenal menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan lulusan terakhir sebanyak 3037 orang pada tahun 1992). Di susul Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – FMIPA tahun 1998. Sedangkan Program Pasca Sarjana didirikan pada tahun 1985. Tahun 2009 lewat surat persetujuan DIKTI No.212/D/2009 tanggal 17 Februari 2009 Fakultas Kesehatan Masyarakat resmi berdiri di Universitas Sam Ratulangi dan merupakan fakultas terbungsu saat ini.

Jadilah kini Universitas Sam Ratulangi sebagai perguruan tinggi negeri dengan Sebelas Fakultas dan satu Program Pasca Sarjana yakni :

1. Fakultas Kedokteran
2. Fakultas Teknik
3. Fakultas Pertanian
4. Fakultas Peternakan
5. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
6. Fakultas Ekonomi
7. Fakultas Hukum
8. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
9. Fakultas Sastra
10. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
11. Fakulas Kesehatan Masyarakat, dan
12. Program Pasca Sarjana

Sejak diterimanya status Universitas Negeri pada tahun 1961, maka pejabat tertinggi Universitas telah berganti sebanyak 10 suksesor seperti pada berikut ini:

Pimpinan Universitas Sam Ratulangi, 1961 – sekarang.

N a m a Sebutan Periode
1 J. A. Losung, SH Presiden 1964 – 1965
2 R. A. B. Massie, SH Presiden 1961 – 1964
3 dr. F. H. Palilingan Rektor 1965 – 1969
4 Prof. Mr. G. M. A Inkiriwang Rektor 1969 – 1974
5 Prof. Dr. H. Kandou Rektor 1974 – 1977
6 Prof. W. J. Waworoentoe, MSc Rektor 1977 – 1986
7 Prof. Drs. R. S. Tangkudung Rektor 1986 – 1995
8 Prof. Dr. Ir. J. Paruntu, MS Rektor 1995 – 2004
9 Prof. Dr. Ir. L. W. Sondakh, MEc Rektor 2004 – 2008
10 Prof. Dr. D. A. Rumokoy, SH, MH Rektor 2008 – sekarang

iNama tokoh pahlawan nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi dipilih sebagai nama lembaga perguruan tinggi negeri di Provinsi Sulawesi Utara. Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi adalah pahlawan, maha putera Indonesia dengan panggilan sehari-hari, Sam. Beliau juga merupakan pejuang kemerdekaan dari daerah Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Ia dilahirkan tanggal 5 November 1890 di Tondano, Ibukota Kabupaten Minahasa. Sam meninggal tanggal 30 Juni 1949 di Jakarta. Di tahun 1965 itu juga.
Dengan diabadikannya nama beliau pada universitas di Provinsi Sulawesi Utara ini sebagai Universitas Sam Ratulangi, diharapkan cita-cita dan perjuangan beliau yang terangkai dalam falsafah hidupnya Si Tou Timou Tumou Tou, yang berarti manusia dilahirkan untuk memanusiakan orang lain, akan tetap terpatri dan berkobar di dalam dada dan setiap hati insan akademik Universitas Sam Ratulangi, dalam menuntut ilmu dan mengabdikannya demi pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.

Lambang

Dengan berlandaskan pada Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945, serta berpedoman peraturan perundangan dan ketentuan-ketentuan pemerintah yang berlaku terutama oleh departemen yang membidangi perguruan tinggi dan ilmu pengetahuan/pendidikan dan kebudayaan, maka disusunlah lambang UNSRAT dengan keterangan yang sekaligus mencakup pertanggungjawaban mengenai istilah yang digunakan untuk nama Universitas serta lambang dengan penjelasan tentang artinya.
Read More...

Universitas Negeri Manado (UNIMA)

Universitas Negeri Manado, disingkat Unima adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang berada di Propinsi Sulawesi Utara dan tepatnya berada di bukit Tonsaru Tataaran Tondano, Indonesia. Universitas ini berdiri pada 22 September 1955 dan saat ini dipimpin Rektor Prof. Dr. Philoteus EA. Tuerah, M.Si, DEA yang menggantikan Prof. Drs. Jan Lukas Lambertus Lombok, SH, M.Si.


UNIMA berasal dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) – satu dari empat PTPG yang didirikan pertama di Indonesia yaitu PTPG Batusangkar, PTPG Malang, PTPG Bandung, PTPG Tondano, berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 2450/KB/1955 tanggal 22 September 1955.

PTPG Tondano mengalami berbagai perubahan: mula-mula menjadi FKIP Universitas Hasanuddin Makassar, lalu berubah menjadi FKIP Unhas Tondano di Manado, FKIP Unsulutteng, IKIP Yogyakarta Cabang Manado, dan terakhir menjadi IKIP Manado yang berdiri sendiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 38 tanggal 8 Maret 1965 juncto Keppres Nomor 275 Tahun 1965 tanggal 14 September 1965.

Pada 13 September 2000, IKIP Manado dikonversi menjadi Universitas Negeri Manado berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia Nomor 127 Tahun 2000 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Bapak Yahya Muhaimin pada tanggal 14 Oktober 2000.

Berdasarkan Keppres RI Nomor 127 Tahun 2000, Universitas Negeri Manado (Unima) memiliki fungsi ganda, yaitu selain menciptakan tenaga ahli dan tenaga profesional di bidang kependidikan, juga menciptakan tenaga ahli dan tenaga profesional di bidang non-kependidikan.

Fakultas

Universitas Negeri Manado saat ini memiliki 7 fakultas, yaitu:

1. Fakultas Teknik (Fatek)
2. Fakultas Ekonomi (Fekon)
3. Fakultas Ilmu Sosial (FIS)
4. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
5. Fakultas Bahasa dan Seni (FBS)
6. Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK)
7. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Read More...

Universitas Negeri Gorontalo (UNG)

Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.

Tahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo .

Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.

Rektor pada tahun 2006 adalah Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd.


Cikal bakal Universitas Negeri Gorontalo saat didirikan pada tahun 1963 bernama Junior College, merupakan bagian dari FKIP UNSULUTENG. Pada tahun itu juga berubah menjadi Cabang FKIP UNSULUTENG. Pada tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado. Pada pertengahan tahun 1965 setelah IKIP Manado berdiri sendiri, lembaga ini menjadi salah satu cabangnya dan berganti nama menjadi IKIP Manado Cabang Gorontalo yang membina 4 fakultas dengan 13 jurusan.
Pada tahun 1982 lembaga ini dialihkan dari IKIP Manado menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo.
Dengan diberlakukan PP Nomor 30 Tahun 1990, maka pada tahun 1993 lembaga ini resmi berdiri sendiri dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo yang ditetapkan dengan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993. Menyadari terbatasnya ruang lingkup STKIP dibarengi tuntutan kebutuhan masyarakat dan Pemerintah Daerah, maka pada tahun 2001 dengan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo yang membina 5 Fakultas dengan 25 Program Studi. Dan Pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.
Saat ini Universitas Negeri Gorontalo membina 9 Fakultas/Pasca Sarjana yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Sastra & Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu-ilmu Pertanian dan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan dan Keolahragaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Program Pasca Sarjana.

Profil

PRINSIP DASAR

Universitas Negeri Gorontalo memiliki prinsip dasar sebagai berikut:
1. Kukuhnya peradaban budaya yang religi (“religi of culture”)
2. Peduli terhadap perubahan (“concern of change”)
3. Melahirkan lulusan yang patut diguguh dan ditiru karena sikap keteladannya.
4. Kepemimpinan universitas yang baik (“good university leadership”)

VISI

“Universitas Pelopor Peradaban”

Visi ini menujukkan pandangan UNG sebagai perguruan tinggi yang menjadi pioner dalam pengembangan peradaban dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Visi ini juga menujukkan pandangan UNG untuk menyatu dalam masyarakat karena melalui visi ini UNG mengaktualisasikan diri dalam pengembangan peradaban, bukan saja untuk civitas dan lulusannya tetapijuga bagi masyarakat.Universitas pelopor peradaban mengandung makna bahwa UNG menjadi perguruan tinggi terdepan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan moral berdasarkan tata nilai universitas.

MISI

1. Menghasilkan lulusan yang bermutu, profesional dan beradab
2. Meningkatkan peran UNG dalam pengembangan ipteks dan pengabdian pada masyarakat
3. Menata kelembagaan dan pencitraan publik

TUJUAN

1. Meningkatkan peran UNG dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran dalam dalam melahirkan sumber daya manusia yang bermutu, profesional dan beradab
2. Berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi,
3. Meningkatkan kegiatan penelitian yang menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru dalam rangka peningkatan harkat dan taraf hidup manusia. dan seni budaya
4. Meningkatkan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat melalui upaya penyebarluasan dan penerapan hasil-hasil penelitian dan teknologi.
5. Meningkatkan pelaksanaankegiatan pembinaan kemahasiswaan yang mampu menunjang pembentukan sikap ilmiah berdasarkan keilmuan dan integritas kepribadian untuk mendorong terciptanya budaya iptek, imtaq, dan kewirausahaan yang dilandasi etika, moral dan ahlak mulia.
6. Meningkatkan kerja sama yang sinergis dengan pemerintah, swasta dan perguruan tinggi lain baik di dalam maupun di luar.
7. Mewujudkan UNG sebagai universitas otonom
8. Meningkatkan penataan kelembagaan yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

TATA NILAI

Tata nilai UNG adalah I’KTIBAR (Ikhtiar, Ibadah dan reaktualisasi diri). Kampus I’ktibar bermakna: kampus sebagai tempat belajar. Sumber dan pusat pendidikan pengajaran, penelitian, seni, budaya dan pembemtukan moral yang beradab. I’KTIBAR bermakna

1. Ikhtiar, sebagai sebuah cermin hamba yang mengakui akan memutlakan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dalam aktivitasnya, Warga UNG harus menyandarkan diri pada ikhtiar yang tulus. Ikhtiar inilah yang menjadi input values, atau nilai-nilai yang harus dimiliki oleh warga UNG, yang dapat dilihat pada keberadaan insan akademik, insan yang: (i)amanah, (ii)profesional, (iii)istiqomah.
2. Ibadah, sebagai sebuah cermin wujud tanggung jawab penghambaan diri kepada Tuhan yana Maha Esa melalui aktivitas tugas pokok dan fungsi yang bernilai ibadah. Ibadah inilah yang menjadi nilai proses (process values), atau nilai-nilai dalam melakukan pekerjaan yang berwujud pada keberadaan insan kampus yang: (i) visioner, (ii) bersemangat, dan (iii)sinergis
3. Reaktualisasi Diri, sebagai bentuk tanggung jawab insan kampus yang memiliki potensi untuk diberdayakan kembali melalui peran-peran konkretnya sebagai bagian terintegrasi dengan masyarakat luas. Oleh karena itu, reaktualisasi diri merupakan nilai yang akan ditangkap olehpara stakeholders (eksekutif, legislatif, masyarakat, dunia usaha dan dunia Industri(DUDI), serta pihak lain yang dapat bekerja sama dan bersinergi dengan pihak UNG. Reaktualisasi diri ini termaksud apa yang disebut dengan output values yang dapat mewujud padakeberadaban insan akademis yang: (i) produktif, (ii) handal, dan (iii) komitmen terhadap pengabdian yang berkelanjutan.

POLA ILMIAH POKOK DAN BIDANG ILMU UNGGULAN

Pola ilmiah pokok (PIP) UNG adalah: “pendiddikan yang berbasis budaya dan berorientasi kawasan”. Pedidikan yang dimaksud dalam pola ilmiah pokok adalah pedidikan dalam arti luas, yaitu UNG mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan akademik dan/ atau profesional dalam bidang ilmu kependidikan dan/ atau nonkependidikan dan berlandaskan budaya. “Berorientasi Kawasan” dimaksudkan bahwa semua yang berhubungan dengan penyelenggaraan pendidikan, pengajaran dan penelitian serta pengabdian pada masyarakat dikembangkan berdasarkan asas mutu, relevansi dan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan, baik dalam kawasan lokal, nasional, regional, dan bahkan kedepan UNG akan tampil sebagai lembaga pendidikan tinggi yang siap bersaing dan bersinergi dengan perguruan tinggi di dunia internasional. Bidang Ilmu Unggulan (core competency) adalah “Pendidikan dan Pertanian terpadu”.
Read More...

Universitas Haluoleo (UNHALU)

Universitas Haluoleo, disingkat Unhalu, adalah perguruan tinggi negeri di Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia, yang berdiri pada 19 Agustus 1981. Universitas Haluoleo awalnya adalah universitas swasta dengan singkatan nama Unhol (Universitas Haluoleo), yang didirikan oleh Bapak Drs. Ld. Malim dan beliau adalah Rektor Unhol saat itu. Rektor Unhalu pertama setelah menjadi universitas negeri adalah Prof. H. Eddy Agussalim Mokodompit, MA yang namanya kemudian diabadikan pada auditorium kampus Universitas Haluoleo. Rektor Pada saat ini adalah Prof. Dr. Ir. Usman Rianse, M.S.

Saat ini Universitas Haluoleo telah memiliki 7 Fakultas dengan penambahan beberapa Program Diploma serta pembukaan Program Pascasarjana. Berdasarkan hasil “Evaluasi Diri” Program Studi oleh Dirjen Dikti Depdiknas yang disampaikan pada Rapat Kerja Nasional para Pembantu Rektor I, II dan III seluruh Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 29 Nopember sd. 1 Desember 2004 di Surabaya, Universitas Haluoleo menduduki ranking ke 15 dari 82 Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia.

Universitas Haluoleo pada tahun 2007/2008 diharapkan telah menjadi Universitas yang maju dan modern, setelah adanya persetujuan Bantuan Soft-Loan Pemerintah Indonesia dengan Islamic Development Bank, Jeddah yang realisasinya akan dimulai tahun 2005.
Bantuan tersebut akan digunakan untuk membangun 8 (delapan) gedung baru bertaraf internasional dan merehabilitasi 11 (sebelas) gedung yang ada di Kampus Bumi Tridharma. Bantuan juga akan didukung oleh DANIDA (Denmark) untuk peralatan laboratorium dan politeknik.


Sejarah Singkat

Universitas Haluoleo (Unhol) didirikan pada tahun 1964 sebagai perguruan tinggi swasta filial dari Universitas Hasanuddin Makassar. Setelah tujuh belas tahun berselang, Universitas Haluoleo diresmikan sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Sulawesi Tenggara oleh Dirjen Pendidikan Tinggi; Prof. Dr. Doddy Tisnaamidjaja mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang masa itu dijabat oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada tangggal 19 Agustus 1981 sebagai perguruan tinggi negeri ke 42 di Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1981 yang terdiri dari:
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
- Fakultas Ekonomi
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Pertanian.

Ketika diresmikan, Universitas Haluoleo menempati kampus Kemaraya yang arealnya hanya seluas 7 Ha. Kondisi kampus yang relatif sempit ini mengharuskan para pendiri untuk mencari kampus alternatif sekaligus sebagai perluasan daya tampung`dan mengantisipasi pertambahan fakultas. Seiring dengan itu, kepercayaan masyarakat pun semakin besar terhadap Universitas Haluoleo, kendati hanya didukung oleh 17 orang tenaga dosen tetap.

Setelah dua tahun diresmikan, dimulailah pembangunan kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu yang menempati areal 250 Ha, yang ketika itu berada di pinggiran Kota Kendari, berjarak 14 kilometer dari pelabuhan laut Teluk Kendari. Setelah perluasan Kota Kendari, kampus Anduonohu saat ini berada di jantung kota. Bersamaan dengan itu, Senat Universitas Haluoleo menyhetujui singkatan Universitas Haluoleo berubah menjadi UNHALU.

Pembangunan kampus yang relatif luas ini membutuhkan waktu sekitar sepuluh tahun untuk merampungkan gedung perkulihan dan gedung perkantoran serta fasiltas penunjang lainnya. Menandai rampungnya pembangunan kampus Anduonoho ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro pada tanggal 4 April 1994 melakukan penandatanganan prasasti peresmian.

Menjelang penyelesaian pembangunan Kampus Anduonohu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menutup pengoperasian Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Sekolah Guru Olahraga (SGO), sehingga semua fasilitas berikut tenaga pengajar dan karyawannya dialihkan ke Universitas Haluoleo. Sejak saat itu Universitas Haluoleo memiliki dua kampus perkuliahan utama, yakni; Kampus Kemaraya dan Kampus Anduonohu, ditambah dua kampus pendukung perkuliahan bekas SPG dengan luas areal 4 ha dan 3 ha bekas SGO.

Sebagai Perguruan Tinggi terkemuka di jazirah tenggara Pulau Sulawesi, Universitas Haluoleo secara aktif memberi sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan 1528 desa, 67 kecamatan, 4 kabupaten, 2 Kotamadya dan 1 Kota Administratif yang ada di wilayah ini. Termasuk pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara yang mencapai 2,72% per tahun, jauh di atas pertumbuhan rata-rata penduduk nasional yakni; 1,92. Saat ini penduduk Sulawesi Tenggara berjumlah 1,72 juta jiwa yang sebagian besar bermukim di pedesaan.

Kata “Haluoleo” diambil dari nama salah seorang raja pada Kerajaan Konawe yang hidup sekitar abad tujuh belas. Haluoleo selain dikenal sebagai pemimpin yang bijak, diyakini pula sebagai ksatria yang tak kenal menyerah dan gigih membela tumpah darahnya. Secara harfiah Haluoleo berarti delapan hari dalam bahasa Tolaki – bahasa penduduk asli Kerajaan Konawe yang mendiami Kendari.

Kerjasama

Kerjasama yang dilakukan Universitas Haluoleo bersifat kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan. Selama beberapa tahun terakhir, Universitas Haluoleo telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah, BUMN, swasta nasional, maupun instansi teknis yang ada di daerah. Kesemua ini dilakukan dalam rangka mempercepat pembangunan akademik di Universitas Haluoleo. Kerjasama yang dilakukan selama ini dapat digolongkan atas kerjasama penelitian, pengembangan akademik, pembangunan fasilitas pendidikan dan kerjasama yang bersifat advokasi.

Untuk pengembangan S2, Universitas Haluoleo telah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi maju ditanah air, seperti : ITB, IPB, UGM, Unpad, Unibraw, ITS, Udayana, Unhas dan UNM sedang untuk perguruan tinggi yang diluar negeri seperti University Sains Malaysia, New Castle University Australia, selain itu Universitas Haluoleo dalam rangka melengkapi fasilitas pendidikannya telah menjalin kerjasama dengan donatur asing dan dalam negeri seperti PT. Antam Tbk, Asian Development Bank (ADB), CIDA Canada, Australia, JBIC Japan, World Bank melalui program Due-like, UNDP melalui program PARUL, TPSDP, Islamic Development Bank (IDB) serta hibah dari pemerintah Belanda kesemua proyek ini diperoleh melalui kompetisi yang sangat ketet dengan perguruan tinggi lain ditanah air. Diharapkan banyaknya kerjasama yang dilakukan dapat menambah akselerasi pengembangan Universitas Haluoleo.
Read More...

Universitas Tadulako (UNTAD)

Universitas Tadulako, disingkat Untad, adalah perguruan tinggi negeri di Palu, Indonesia, yang berdiri pada tanggal 1 Mei 1981. Rektor pada tahun 2006 adalah Drs. H. Sahabuddin Mustafa, SE, M.Si.


Fakultas

Universitas Tadulako memiliki 7 fakultas, yaitu:

1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
3. Fakultas Ekonomi
4. Fakultas Hukum
5. Fakultas Pertanian
6. Fakultas Teknik
7. Fakultas MIPA
Read More...